Postingan

Menampilkan postingan dengan label Novel

Mendulang Asa di Bumi Borneo /5/

Imoeng dan Dwi sampai pula ke Tabalong kembali, setelah agak susah mengajak Dwi ikut ,  akhir mau juga hidup di Kalimantan bersama keluarga. “ Kamu sekolah kembali ya Nak…ibu daftarkan di SMK seperti di Kudus, tapi kamu mengulang kelas 1 lagi, ketinggalan setahun taka apa-apa, taka da istilah telat dalam belajar, “ rayu Imoeng pada Dwi agar mau bersekolah kembali, setelah sekolahnya terputus di kelas 2 SMK waktu di Kudus. “ Gak mau Buk…Dwi mau kerja saja..!” “ Mau kerja apa kamu dengan ijazah SMP mu itu, Nak ?” “ Dwi mau kerja di bengkel, di Kudus aku sudah biasa ikut kerja di bengkel, sedikit-sedikit aku sudahmengerti soal radiator “ “ Ya…sudah kamu kerja di bengkel radiator sebentar milik teman Bapak, nanti Bapak yang bilang sama yang punya…”  Sahut Sofian mendengar percakapan antar Imoeng dan Dwi di teras rumah. “ Ya…sudah kalau kamu maunya begitu, nanti kalau sudah mengeuasai radiator buka bengkel sendiri saja ya…”  Imoeng akhirnya mengalah ...

Mendulang Asa di Bumi Borneo /4/

Hari sabtu sore tiba-tiba bos Demang datang ke Kalimantan, tanpa pemberitahuan sebelumnya. “ Jemput ..aku di Bandara nanti jam 5 sore ya Mas Sofian, jam limaan aku sudah nyampe di Banjar, jangan telat ya…”, begitu perintah bos KSP tempat Sofian bekerja. Bos Damang yang bertempat tinggal di Kudus, biasanya dua minggu sekali datang, untuk mengecek laporan-laporan. Atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan KSP -nya yang mulai tumbuh dengan pesat berkat kerja keras Sofian dan teman-temannya. Bahkan dalam satu bulan KSP itu bisa menghasilkan profit yang sangat lumayan. Walaupun yang pinjam  uang di KSP ini biasanya ‘orang kecil’ seperti, pedagang di pasar atau di rumah, atau mereka yang ingin membuka usaha warung makan, atau menyediakan kamar kost bagi para pekerja tambang yang mulai menggeliat di Kalimantan Selatan. Dengan system pembayaran harian, mingguan, atau bulanan sangat dibutuhkan rakyat kecil, yang tidak mau dan tidak tahu cara berurusan dengan bank konve...

Mendulang Asa di Bumi Borneo /3/

Tanjung Tabalong kota yang sedang tumbuh dengan pesat, karena kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Baik itu tambang, hasil perkebunan seperti karet, kelapa sawit, maupun buah-buahan, seperti langsat, cempedak, durian dan lain-lain. Di sector tambang ada : minyak, gas maupun batubara. Terutama tambang batubara yang sedang marak diekspose besar-besaran. Beberapa perusahaan tambang besar ikut andil beroperasi di kota ini, seperti PAMA, BUMA, SIS dan RA. Untuk tambang minyak yang sudah ada sejak jaman dahulu kala dikuasai oleh Pertamina, Pertamina telah membangun infrastruktur secara rapi, bagus dan lengkap di kota Tabalong ini. Seperti kawasan perumahan, taman, rumah sakit, sekolahan, masjid, dan minimarket, Belum ada yangdiperuntukan buat karyawan dan masyarakat di sekitarnya. Karena tambang batubara sedang berkembang secara besar-besaran, maka di kota Tabalong banyak pendatang dari berbagai daerah di Indonesia untuk bekerja di sana. Hal ini menggeliatkan roda perekonomian seta...

Mendulang Asa di Bumi Borneo /2/

BAB I. Sofian sudah menyiapkan rumah kontrakan untuk anak istrinya, yang tak jauh dari kantor tempatnya bekerja. Mereka menempati rumah kayu yang terletak di bibir sungai , bahkan di bawah rumah berupa air rawa-rawa. Sebuah rumah di kampung nelayan yang agak kumuh.  Gang-gang antar rumah berupa kayu yang sudah rusuh dan banyak lobang di sana sini. Bila tak hati-hati berjalan bisa terjebur di air rawa yang kotor dan penuh sampah. Ayuk yang tidak biasa tinggal di kampung nelayan, walau agak kecewa karena rumah yang ada dalam bayangan dia adalah rumah berdinding seperti rumahnya di Jawa. Tapi tak apalah, yang penting harus bisa menyesuaikan lingkungan dahulu, terutama bahasa yang sekarang sangat berbeda dengan bahasa mereka sehari-hari di Jawa. Hal ini menjadikan Ayuk banyak diam saja sambil memperhatikan kawan-kawannya bertutur. Sedikit demi sedikit Ayuk mulai memahami bahasa teman-temannya, bahasa Banjar. Ayuk sudah mendapatkan sekolah di sebuah SD yang tak jauh dari tempat ...

Mendulang Asa di Bumi Borneo /1/

Gambar
Mendulang Asa ke Bumi Borneo “ Hijrahlah, dengan meninggalkan kampung halaman karena Allah, demi menyelamatkan diri dari kekacauan dan untuk mengharapkan rahmad Allah, Yang Maha Pengampun, lagi Maha Penyanyang. ” Peluit panjang KM Egon sudah terdengar, tak lama lagi kapal akan segera menjauh dari pantai Tanjung Mas Semarang. Para awak kapal sibuk menggulung tali tampar yang mengikat sauh di tiang beton bibir pantai. Para crew band kapal menyanyikan lagu ‘ Sayonara’ dengan penuh penghayatan, sebagai salam perpisahan buat para keluarga pengantar penumpang, juga buat Tanah Jawa, yang lambat laun tampak menjauh. Kegundahan berkecamuk dalam hati Imoeng, petih di hatinya harus dia tahan dengan seribu asa yang akan menjelang di pulau tujuan, yaitu pulau Borneo atau Kalimantan. Imoeng berusaha untuk tidak meneteskan air mata di depan Ayuk anaknya, yang saat ini ada bersamanya. Ayuk  yang baru kelas 3 SD terpaksa pamit pindah dari sekolah, untuk mengikuti ibunya ke Borneo. Di...